Economy

Konsumsi dan Investasi Sebagai Penopang Pertumbuhan 2013 (1 Agustus 2012)

(Foto diambil dari http://www.pelitaonline.com)

Tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia diprediksi masih berlanjut hingga bulan Juni ini. Jika prediksi ini benar, Indonesia akan mengalami defisit neraca perdagangan tiga bulan berturut – turut dimulai dari bulan April. Beberapa ekonom memperkirakan nilai ekspor turun 6,55% (y–o–y) sementara impor meningkat 15,1%. Prediksi nilai defisit perdagangan Juni ini turun dibandingkan dengan bulan Mei yang sebesar US$ 485,9 juta, dengan ekspor turun 8,55% (y-o-y) dan impor meningkat 16,09%. Upaya – upaya pemerintah untuk melakukan peningkatan kinerja ekspor mendapat beberapa kendala. Upaya diversifikasi ke pasar ekspor selain AS, Uni Eropa, China, Jepang dan Korea Selatan misalnya. Upaya untuk mendiversifikasi negara lain tersebut  itu terkendala oleh perbedaan selera pasar terutama untuk produk – produk industri spesifik. Komoditas – komoditas energi dan mineral mungkin bisa lebih cepat diserap oleh pasar karena merupakan bahan baku, namun permintaan akan komoditas tersebut dalam jangka pendek tidak akan sebesar seperti ke negara – negara tujuan ekspor kita sebelumnya yang notabene negara industri besar.

Dihadapkan dengan keadaan tersebut, pemerintah tetap optimistis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,3% – 6,5% tahun 2012. Bahkan pemerintah menginginkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6,8% – 7,2% di tahun 2013. Perkiraan dan target pertumbuhan ini ditopang beberapa hal yakni kebijakan pemerintah, konsumsi domestik, dan investasi. Dari sisi pemerintah akan ada alokasi dan tambahan dari SAL (Sisa Anggaran Lebih) sekitar Rp 24 Trilyun yang dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur, dimulainya realisasi proyek – proyek MP3EI, perbaikan penyerapan anggaran belanja modal, tax holiday dan tax allowance, serta adanya rencana kenaikan PTKP (Pendapatan Tidak Kena Pajak). Kondisi konsumsi domestik juga dianggap mendukung karena adanya pola musiman selama bulan ramadhan, idul fitri, natal dan tahun baru masehi serta hari raya lainnya. Selain itu, struktur demografi masyarakat yang didominasi oleh kelompok usia produktif merupakan faktor utama bagi tingginya daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga. Kondisi investasi sampai saat ini masih baik yang di tunjukkan oleh target PMDN dan PMA yang terealisasi sebesar 53% di semester II dan diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Hal yang perlu diperhatikan pemerintah adalah pertumbuhan ekspor harus tetap digenjot karena nilai ekspor telah mencapai 25% dari PDB. Jika kondisi ekspor yang terus menurun ini berkelanjutan, konsumsi dan investasi akan berat dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Selain itu, menurut BKPM, perlambatan pertumbuhan ekspor tidak bisa langsung digantikan dengan peningkatan pertumbuhan investasi. Ekspor harus tetap ditingkatkan didukung oleh peningkatan konsumsi dan belanja pemerintah untuk tetap menjaga pertumbuhan tinggi. [ah]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s