Economy

Neraca Perdagangan Indonesia Mulai Membaik Juli 2012 (5 September 2012)

Berita Resmi Statistik BPS pada 3 September lalu memberikan tanda – tanda neraca perdagangan Indonesia mulai membaik. Meskipun masih negatif, tetapi defisit perdagangan Indonesia mengecil dibandingkan bulan Juni.

Perbaikan kinerja ekspor mulai ditunjukkan dengan pertumbuhan ekspor bulanan Indonesia yang kembali positif bulan Juli. Dibandingkan dengan bulan Juni, ekspor kita tumbuh sebesar 4,60 persen dibulan Juli. Pertumbuhan ekspor kita didukung oleh pertumbuhan sektor non-migas yang tumbuh sebesar 5,04 dan ekspor migas sebesar 2,69 persen. Golongan barang yang menyumbang pertumbuhan bulanan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati yang tumbuh sebesar 58 persen. China, Jepang dan Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor non – migas dari Indonesia. Dari sisi impor, pertumbuhan bulanan impor Indonesia juga mulai turun. Di bulan Juli ini impor Indonesia turun 2,39 persen dibandingkan dengan bulan Juni.  Nilai impor non-migas Indonesia di bulan Juli 2012 tetap naik 1,66 persen namun penurunan impor yang signifikan berasal dari impor migas yang turun 18,51 persen dibanding bulan Juni 2012.

Menurut beberapa pengamat, beberapa kebijakan pemerintah memang mulai terasa dampaknya untuk mengatasi defisit neraca perdagangan Indonesia yang terjadi sejak bulan April. Diantara kebijakan tersebut adalah membiarkan rupiah melemah untuk memberi insentif ekspor dan sisi sebaliknya merupakan disinsentif bagi impor. Selain itu, dampak adanya aturan uang muka minimum untuk pembiayaan kendaraan bermotor juga memberikan disinsentif bagi impor mesin dan onderdil kendaraan bermotor. Saat ini impor mesin dan kendaraan bermotor termasuk penyumbang terbesar impor non-migas Indonesia. Pengetatan impor buah yang berlaku mulai Juni 2012 lalu juga memiliki peran dalam mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

Namun yang perlu diperhatikan adalah jika dilihat pertumbuhan YoY nya, ekspor kita masih negatif pertumbuhannya dan impor kita tetap meningkat. Hal ini dapat diartikan bahwa kinerja perdagangan kita belum kembali seperti tahun lalu. Tekanan dari ekonomi global yang diperkirakan masih akan berlanjut dan masih adanya hari raya seperti natal dan tahun baru perlu menjadi perhatian khusus pemerintah untuk menjaga perbaikan defisit neraca perdagangan Indonesia dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, permasalahan klasik seperti infrastruktur, iklim investasi, dan membangun daya saing industri harus segera diselesaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s