Economy

Tekanan Terhadap Harga Batu Bara Terus Berlanjut (10 Oktober 2012)

Industri batu bara tampaknya terus mengalami tekanan hingga akhir tahun. Harga batu bara yang diprediksi dapat meningkat di akhir tahun karena naiknya permintaan energi China akibat musim dingin tampaknya tidak terjadi. Harga kontrak pengiriman untuk bulan November 2012 di Ice Futures terus menurun mencapai titik 88,50 USD/Mt. Harga ini turun 26,3% dibandingkan dengan harga kontrak untuk bulan november di tahun 2011 yang berada di angka 120,10 USD/Mt.

Indikator – indikator perekonomian China yang diharapkan dapat mendorong permintaan energi khususnya batu bara belum mengalami tanda – tanda perbaikan. Pemerintah China bahkan telah merevisi target pertumbuhan ekonomi China dari 7,4% menjadi 7%. Tekanan dari sisi bauran energi China tahun ini yang menunjukkan naiknya output tenaga hydro juga menekan harga batu bara. Selain itu, permainan trader di China yang memanfaatkan selisih harga batu bara domestik China dengan harga batu bara global yang tinggi di awal hingga tengah tahun mengakibatkan stok batu bara di pelabuhan – pelabuhan Chna meningkat tinggi. Rata – rata jumlah stok batu bara China hingga awal Oktober ini meningkat menjadi 22,4 Juta ton, lebih tinggi 13,1% dibandingkan 2011 yang berjumlah 19,8 juta ton. Perkembangan dari dalam negeri China akhir – akhir ini, pemberian kredit perbankan kepada para trader batu bara di China diperketat. Trader di China akan lebih sulit dalam mendapatkan fasilitas Letters of Credit yang berujung dapat berhentinya impor. Selain dari indikator – indikator domestik China sebagai konsumen terbesar yang mempengaruhi permintaan, harga batu bara juga tidak terlepas dari pergerakan harga energi fosil lainnya yakni gas dan minyak. Harga gas dan minyak saat ini juga mengalami tekanan akibat perlambatan perekonomian global.

Perusahaan – perusahaan batu bara besar di Indonesia merespon tekanan terhadap batu bara ini dengan beberapa cara seperti diversifikasi ekspor, penurunan target produksi serta memindahkan belanja modal ke tahun depan untuk menurunkan biaya. Peluang untuk melakukan diversifikasi ekspor negara tujuan batu bara cukup terbuka dari Jepang dan India. Jepang terlihat menurunkan output nuklirnya akibat bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang. Pemerintah India mendorong penggunaan energi batu bara untuk meningkatkan rasio elektrifikasi hingga pedesaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s