Economy

Neraca Perdagangan November Diprediksi Defisit (2 Januari 2013)

Neraca perdagangan pada bulan November 2012 diperkirakan akan kembali defisit karena masih menurunnya  ekspor sementara impor naik terutama untuk barang – barang konsumsi akibat faktor musiman yakni perayaan natal dan tahun baru. Selain itu, impor minyak diperkirakan juga menunjukkan peningkatan. Nilai ekspor yang menurun lebih disebabkan oleh turunnya harga komoditas mentah seperti crude palm oil (CPO), karet, dan batubara yang notabene adalah penyumbang nilai ekspor cukup besar. Di sisi lain, tingginya impor bahan baku dan modal yang berlangsung  sejak pertengahan tahun 2012 belum menunjukkan dampak terhadap kinerja ekpor produk olahan. Sepertinya, impor bahan baku dan barang modal tersebut lebih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri yang terus meningkat. Neraca perdagangan periode Januari – Oktober 2012 masih mengalami defisit USD 0,52 miliar. Namun, pemerintah masih memprediksi pada tutup tahun 2012 ini, Indonesia masih akan mengalami surplus nilai perdagangan sebesar USD 0,56 miliar. Jumlah surplus ini turun cukup signifikan dibandingkan dengan surplus tahun lalu yang mencapai USD 26,06 miliar.

Performa harga komoditas yang merupakan penunjang ekspor utama seperti CPO, karet dan batubara memang terkoreksi cukup dalam. Harga rata – rata komoditas CPO misalnya, harga rata – rata tahun 2012 turun cukup dalam dibandingkan dengan harga tahun 2011 yakni sebesar 10,8%. Harga batubara dan karet lebih dalam lagi yakni masing – masing sebesar 21,7% dan 31% dibandingkan dengan harga rata – rata tahun 2011. Tekanan menurunnya permintaan akibat krisis ekonomi global menurunkan harga – harga dari komoditas tersebut.

Prediksi untuk tahun 2013 diperkirakan ekspor akan tidak jauh berbeda dengan tahun 2012, karena kondisi ekonomi global yang belum benar – benar pulih. Harga – harga komoditas diperkirakan akan tetap berada di level saat ini akibat belum pulihnya permintaan. Target ekspor pemerintah pun tidak berubah dari target tahun 2012 yakni sebesar USD 190 miliar karena memperkirakan kondisi yang belum banyak akan berubah. Permasalahan yang akan dihadapi adalah akan terus meningkatnya impor bahan baku dan barang modal namun tidak dapat menghasilkan devisa kembali karena kebanyakan produk olahan dari bahan baku dan barang modal tersebut lebih mengarah kepada pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s