Economy

Proyeksi Lifting Migas 2013 Mencapai Titik Terendah (29 Januari 2013)

Proyeksi lifting migas di tahun ini diperkirakan hanya berada di kisaran 830 – 850 ribu barel per hari dengan melihat produksi tahun lalu yang hanya mencapai 863 ribu barel per hari dan belum adanya lapangan minyak baru yang beroperasi tahun ini. Berarti ada penurunan produksi minyak sekitar 1,5 – 3,8 persen  di tahun ini. Penyebab penurunan produksi minyak ini memang disebabkan oleh penurunan alamiah dari produksi minyak dan belum beroperasinya lapangan – lapangan minyak baru. Di tahun 2013 ini, proyek – proyek andalan hulu migas semua merupakan proyek gas bumi seperti lapangan Sumpal, Rubi dan South Mahakam. Proyek andalan hulu migas yang menghasilkan minyak bumi cukup besar diprediksi baru beroperasi di tahun 2014 yang bersumber dari lapangan Banyu Urip di Blok Cepu dan Lapangan Ande – Ande Lumut di blok Northwest Natuna.

Ada beberapa program baik jangka pendek, menengah, dan panjang yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mencegah penurunan produksi minyak ini berlanjut terus menerus. Dalam jangka pendek, pemerintah mencanangkan program pengawasan dan menjaga agar seluruh rencana kerja tahunan ataupun multi tahun terlaksana dengan baik, seperti membangun fasilitas produksi minyak, mengekspansi lapangan minyak, dan menambah sumur – sumur produksi. Pengelolaan waktu produksi KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) akan semakin dipercepat sehingga target lifting minyak jangka pendek dapat tercapai. Dalam jangka menengah, pemerintah akan mendorong KKKS untuk mengeksplorasi migas dengan teknologi enhanced oil recovery (EOR). Teknologi ini digunakan untuk mendorong cadangan minyak mentah untuk mengumpul di satu sumur produksi. Potensi penambahan minyak dari teknologi ini masih cukup besar khususnya di lapangan – lapangan milik Pertamina. Dari 3,7 miliar cadangan minyak, sekitar 1,7 miliar tertimbun di wilayah kerja Pertamina dan sekitar 78% lapangan – lapangan milik Pertamina masih dalam kondisi primary recovery atau lifting minyak baru dilakukan melalui pengeboran pertama kali. Dengan ternologi ini, produksi bisa bertambah 5% – 10% dari cadangannya. Namun hambatannnya adalah teknologi ini relatif mahal sehingga tidak mudah untuk mendorong KKKS menggunakan teknologi tersebut. Program jangka panjang dari pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak adalah  mengupayakan agar cadangan migas negara bertambah. Upaya ini dilakukan dengan cara mendorong KKKS melakukan kegiatan eksplorasi. Potensinya cukup besar karena saat ini ada 250 KKKS dibandingkan dengan dulu yang hanya ada 50 – 60 KKKS. Permasalahannya adalah saat ini banyak KKKS yang tidak berkomitmen penuh melakukan eksplorasi. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan membentuk tim evaluasi untuk memantau KKKS dan memberikan teguran bahkan hingga melepas izin KKKS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s