Economy

Industri Hulu Migas (Special Report)

Industri migas di Indonesia hingga saat ini masih berperan sebagai industri yang cukup strategis. Hal ini dapat dilihat dari peranan sektor pertambangan dan industri migas di dalam PDB Indonesia yang rata – rata 9,45% sejak tahun 2004 hingga kini. Selain itu, jika kita melihat perkembangan APBN Indonesia, pendapatan negara dari sektor migas (PPh Migas dan PNBP SDA Migas) tidak pernah berada di bawah 20% dari total pendapatan negara yang berarti sektor migas masih menjadi salah satu tulang punggung bagi pendapatan negara. Dari sisi pengeluaran pemerintah pun, sektor migas juga mendominasi pengeluaran pemerintah melalui subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang cukup besar. Anggaran subsidi pemerintah pusat dalam APBN-P 2012 mencapai hampir 23% dari total APBN dengan jumlah 245.1 trilyun dimana proporsi subsidi BBM merupakan yang paling besar dengan proporsi 56% dari total subsidi. Mengingat peran sektor migas yang cukup besar bagi negara, permasalahan ke depan yang akan dihadapi oleh pemerintah dari sektor migas adalah bagaimana pemerintah menghadapi penurunan produksi alamiah dari sektor migas yang akan menurunkan pendapatan negara sedangkan di sisi lain konsumsi BBM diprediksi akan terus meningkat seiring dengan terus tumbuhnya perekonomian Indonesia ke depan

Konsumsi Bahan Bakar Minyak Indonesia sejak tahun 2005 hingga 2011 berfluktuasi dengan rata – rata konsumsi bahan bakar minyak berada di angka 394,1 juta setara barel minyak per tahunnya.  Proporsi terbesar dari konsumsi bahan bakar minyak kita berada di motor gasoline (mogas) yakni bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan minyak solar yakni bahan bakar mesin diesel. Tren konsumsi mogas terus meningkat dari 105,9 juta setara barel minyak di tahun 2007 menjadi 165,3 juta setara barel minyak di tahun 2011 yang berarti telah terjadi peningkatan sebesar 56,1% dalam 4 tahun terakhir. Hal ini seiring juga dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang meningkat signifikan dari tahun 2007 hingga tahun 2011 yang mencapai 30,8%. Sedangkan konsumsi minyak solar Indonesia pada tahun 2005 – 2011 cenderung berfluktuasi dengan rata – rata konsumsi 171,2 juta setara barel minyak per tahunnya. Konsumsi tertinggi terjadi ditahun 2005 dengan jumlah konsumsi minyak solar sebesar 175,5 juta setara barel minyak dan konsumsi terendah terjadi di tahun 2006 dengan jumlah konsumsi 164,7 juta setara barel minyak

Dari sisi supply, produksi minyak bumi Indonesia terus mengalami penurunan. Produksi minyak bumi mengalami penurunan 11,9% dari 976 ribu barel per hari di tahun 2008, menjadi hanya 860 ribu barel perhari di tahun 2012. Bahkan di tahun 2013 ini, pemerintah memprediksi untuk lifting minyak bumi hanya mencapai 830 ribu barel perhari yang berarti terjadi penurunan sekitar 3,4% dibandingkan dengan tahun 2012. Jika dirata – ratakan, penurunan produksi minyak bumi Indonesia mencapai 3,1 persen per tahunnya. Begitu pula dengan produksi gas, sejak tahun 2010 trennya juga terus menurun. Dibandingkan dengan tahun 2010 dengan jumlah produksi gas sebesar 9.336 MMSCFD, produksi di 2012 mengamalami penurunan sebesar 12,8%, yakni hanya sebesar 8.142 MMSCFD.  Bahkan proyeksi produksi gas bumi Indonesia di tahun 2013 ini hanya mencapai 6.939 MMSCFD yang artinya turun sebesar 17,3% yoy. Penyebab penurunan ini tidak terlepas dari umur sumur – sumur migas Indonesia yang sudah tua dan tidak adanya penemuan cadangan baru yang besar dan berproduksi

Menghadapi hal tersebut, pemerintah mencoba melakukan beberapa program untuk meningkatkan produksi migas. Program jangka pendek pemerintah untuk meningkatkan produksi migas adalah pemerintah melalui SKK Migas akan mengawasi dan menjaga agar seluruh rencana pekerjaan tahunan atau multitahun dapat terlaksana dengan baik. Perlu di ketahui, dari 2012 – 2016 nanti, akan ada 12 proyek andalan hulu migas yang terdiri dari 8 proyek gas, 1 proyek minyak dan 3 proyek yang menghasilkan minyak dan gas. Dari 12 proyek tersebut, produksi minyak diperkirakan akan bertambah sebesar 177 ribu bph dan produksi gas akan bertambah 2.759 MMSCFD. Untuk jangka menengah, program pemerintah meningkatkan produksi migas kita adalah dengan mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengeksploitasi migas dengan teknologi EOR (enhanced oil recovery). Peluang meningkatkan produksi melalui teknologi EOR cukup terbuka lebar khususnya yang berasal dari lapangan – lapangan Pertamina. Saat ini, dari 3,7 miliar barel cadangan minyak Indonesia, sebanyak 1,7 miliar barel atau hampir 46% tertimbun di wilayah kerja Pertamina. Selain itu, status saat ini, 78% lapangan Pertamina masih berstatus primary production yang berarti eksploitasi minyak di lapangan tersebut masih menggunakan tenaga alami reservoir untuk mendorong minyak bumi ke sumur produksi, belum pernah diinjeksikan suatu zat apapun untuk mengumpulkan cadangan minyak ke sumur – sumur produksi. Untuk program jangka panjang, pemerintah akan mencoba mendorong para KKKS untuk bereksplorasi agar cadangan migas Indonesia bertambah dan mengurangi hambatan – hambatan dalam kegiatan eksplorasi. Data SKK migas menyebutkan hambatan yang mendominasi kegiatan eksplorasi migas adalah hambatan non-teknis  seperti perizinan, tumpang tindih lahan, dan gangguan keamanan. Selain itu, beberapa temuan masalah lain adalah keterbatasan jumlah rig dan kemampuan keuangan KKKS

Prediksi harga minyak di tahun 2013 ini diperkirakan akan cenderung flat di kisaran USD 93 – 95. Meskipun harga minyak sempat menguat akibat adanya isu fiscal cliff, secara fundamental tampaknya akan lebih mendominasi ke arah pelemahan harga minyak didorong oleh masih belum stabilnya kondisi ekonomi Eropa dan kondisi pasar minyak dunia yang masih dalam posisi oversupplied. Namun ketidakstabilan politik di timur tengah tetap dapat menjadi uptrend factor bagi harga minyak global setiap waktu di tahun ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s