Economy

Inflasi Februari Mencapai 0,75% MoM, Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir (4 Maret 2013)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada bulan Februari 2013 sebesar 0,75% MoM atau 5,31% YoY. Inflasi Februari ini tercatat sebagai inflasi tertinggi dalam 10 tahun terakhir untuk bulan Februari. Jika kita melihat inflasi secara kumulatif, di tahun 2013 ini, untuk Januari – Februari telah mencapai 1,79%.

Jika melihat kepada komponen BPS, memang terjadi kenaikan hampir diseluruh indeks kelompok pengeluaran. Kenaikan indeks MoM terbesar ada di kelompok bahan makanan yakni sebear 2,08%, lalu diikuti oleh kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar (0,82%), kelompok kesehatan (0,56%), kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,47%), kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,19%) dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,08%). Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks hanya kelompok sandang yakni sebesar 0,59%.

Kenaikan di kelompok bahan makanan ini diduga tidak terlepas dari adanya kebijakan pembatasan impor hortikultura karena petani dalam negeri mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri serta buruknya cuaca yang menghambat proses distribusi. Kelompok bahan makanan memberikan andil sebesar 0,49% terhadap total inflasi Februari yang berarti 65,3% inflasi bulan Februari disumbang oleh kelompok ini. Komoditas yang dominan dalam memberikan sumbangan inflasi dari kelompok bahan makanan adalah komoditas bawang putih (0,12%), tomat sayur dan bawang merah masing – masing (0,07%), dan cabai merah (0,04%). Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang dimulai dari bulan Januari lalu juga telah terlihat memberikan dampak. Hal ini ditunjukkan oleh kenaikan indeks perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang memberikan andil sebesar 0,19% terhadap total inflasi yang berarti distribusi inflasi di kelompok ini mencapai 25,3% untuk bulan Februari. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi dalam kelompok ini adalah tarif listrik (0,08%), tarif sewa rumah dan upah tukang bukan mandor (0,02%), tarif kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, dan upah pembantu rumah tangga (0,01%).

Prediksi di bulan Maret, inflasi juga masih akan diatas inflasi Maret tahun lalu karena masih adanya dampak dari larangan impor hortikultura dan adanya kenaikan upah minimum provinsi (UMP) karena masih banyak perusahaan yang masih menangguhkan kenaikan UMP. Selain itu, adanya rencana kenaikkan harga liquified petroleum gas (LPG) 12 kilogram pada maret juga diduga akan semakin meningkatkan tekanan inflasi. Faktor yang akan mengurangi tekanan akan datang dari adanya panen raya di bulan maret yang kemungkinan besar akan mendorong harga beras turun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s