Economy

Perkembangan Fast Track Program Pembangkit PLN Tahap I dan II (19 Februari 2013)

Program percepatan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batubara, energi terbarukan, dan gas (Fast Track Program) tahap I maupun tahap II diperkirakan akan terus mundur dari jadwal. Sebagai pendahuluan, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program percepatan pembangunan pembangkit sebesar 20.000 MW yang terdiri dari 2 tahap yakni Fast Track Program (FTP) 1 dan 2. FTP tahap I didasari oleh Perpres Nomor 71 tahun 2006 dengan tujuan mempercepat diversifikasi energi Indonesia ke energi selain bahan bakar minyak yakni batubara. Sedangkan FTP tahap II merupakan lanjutan dari FTP tahap I yang didasari oleh Perpres Nomor 4 tahun 2010 yang bertujuan sama namun memfokuskan kepada energi terbarukan, batubara dan gas.

Perkembangan FTP tahap I memang telah molor dari jadwal realisasi awalnya. Seharusnya, FTP tahap I ini telah selesai pembangunannya di tahun 2009. Namun ada beberapa penyebab dari mundurnya proyek tersebut hingga saat ini. Menurut PLN, penyebab – penyebab tersebut adalah keterlambatan status pendanaan proyek dari APBN, kendala pembebasan lahan baik untuk pembangkit maupun transmisi, dan perhitungan asumsi yang dari awalnya telah salah yakni perkiraan mengenai periode konstruksi untuk PLTU kelas 300 – 600 MW pada umumnya adalah 40 – 50 bulan, namun perkiraan pemerintah hanya 30 – 36 bulan. Selain itu, adanya permasalahan dari koordinasi pihak kontraktor dengan subkontraktor yang membuat pelaksanaan semakin lambat dan tidak sesuai harapan. Menurut PLN, hal ini merupakan pelajaran penting karena pertama kalinya PLN bekerjasama dengan kontraktor yang berasal dari China. Hingga akhir 2012,  pembangkit yang telah beroperasi baru 4.510 MW (45,1% dari total proyek). Di tahun 2013, proyek yang akan masuk ke tahap uji coba sebesar 2.428 MW dan tahap konstruksi sebesar 2.919 MW. Sehingga diperkirakan proyek FTP tahap I akan beroperasional seluruhnya baru di tahun 2014.

Sedangkan untuk FTP tahap 2, diperkirakan juga akan mundur dari jadwal penyelesaiannya di tahun 2016. Kendala yang dihadapi oleh PLN adalah karena teknologi pembangkitan yang tergolong baru yakni menggunakan energi terbarukan. Selain itu, hal klasik seperti perizinan dan pembebasan lahan yang sulit juga tetap menjadi kendala di FTP tahap II ini. Profil dari FTP tahap 2 ini memang lebih menitikberatkan kepada energi baru dan terbarukan. Jika dilihat komposisi pembangkit menurut jenis energinya, hampir 50 persen berasal dari energi panas bumi, 18 persen berasal dari tenaga air dan sisanya adalah batubara (30%) dan sebagian kecil gas. Dari exposure terbesar yakni pembangkit listrik tenaga panas bumi, diperkirakan di tahun 2016, PLTP yang berhasil direalisasikan hanya sebesar 2.230 MW. Sedangkan untuk sisanya, sulit untuk terealisasi tepat waktu akibat dari beberapa permasalahan seperti, sumber panas bumi terletak di hutan konservasi, terkendala persoalan teknis serta ada sejumlah proyek PLTP yang memang belum dilelangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s